Sabtu, 28 Januari 2012

Kenangan tentang Tanaman


Dahulu, Oneiro sangat tidak suka dengan tanaman itu. Tanaman yang di sisi kanan kirinya penuh dengan duri. Tak ada bagus-bagusnya baik dari segi bentuk maupun warna. Sampai ia mengenal seseorang bernama Pligi. Pligi adalah seorang herbolog yang sangat menyenangi tanaman itu.

“Tanaman ini tidak butuh banyak air. Aku tidak perlu repot, dan yang jelas bagiku seperti itulah cinta lebih tepatnya”, urai Pligi.

“Cinta terkadang memang butuh sesuatu yang dinamakan pengertian. Dan dengan tidak saling merepotkan kupikir itu jadi sebuah tingkat perkembangan cinta yang unik”, imbuhnya lagi.

Konsep ini yang membuat Oneiro jadi uring-uringan, ia adalah manusia biasa. Konsep cinta Pligi tak dapat diterima oleh Oneiro. Baginya cinta adalah soal kebersamaan. Pengertian adalah konsep yang dapat diterima oleh Oneiro, apabila satu sama lain mengerti bahwa salah satu diantaranya saling membutuhkan satu dengan yang lain.

“Apa kau tak percaya, Pligi, tanamanmu juga butuh matahari? Untuk berkembang dan merimbun. Kau tak pernah terlambat bukan membawanya sekadar untuk keluar jendela, agar tanaman kesayanganmu dapat tersinari matari”, bantah Oneiro.

“Namun, tidak setiap waktu, Oneiro”, unggah Pligi.

Bunga itu dinamainya, Pligi. Bunga yang didapatkan Oneiro dari kekasihnya, mantan lebih tepatnya. Nama mantan kekasihnya. Dan entah mengapa Oneiro jadi menyukai tanaman itu, karena tanaman itu tidak merepotkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar