Sabtu, 28 Januari 2012

Pertandingan Asing


Pligi tak pernah suka dengan pertandingan sepak bola. Bahkan meski Oneiro kekasihnya sangat menggilai pertandingan itu. Ia sendiri pun sepertinya sudah bertindak di luar kesadarannya, saat tiba-tiba ia memesan tiket menonton pertandingan sepak bola di suatu stadion. Bayangkan, tidak dari layar televisi atau mendengarkan siaran radio, namun dari stadion.

Pligi kebetulan mendapat tempat duduk sisi yang kosong, padahal sisi yang lain ramai penonton. Sebuah plang reklame memajang tagline produk berbunyi “No One Like Me” lengkap dengan tanda panah seakan menunjuk padanya, menambah perasaan asing.

“Kalau kita lagi nonton bola, sepertinya terasa hilang aja tuh kesepian.” jawab Oneiro suatu ketika saat Pligi menanyakan alasannya menjadi penggila bola.

Anehnya Pligi tidak merasakan kenikmatan seperti yang dikatakan Oneiro. Apakah Oneiro berbohong padanya? Dulu Oneiro tidak pernah berbohong padanya. Hal terkecil pun disampaikan jujur. Lalu, bila ini jadi sesuatu yang teramat penting bagi Oneiro, mengapa Pligi tidak bisa mengamini kata-kata Oneiro?

Setengah mainan dan skor sudah menjelma 1-1. Orang-orang sudah mulai meregangkan syarafnya memesan sekedar hotdog atau Cola. Namun, Pligi masih mematung sendiri. Seperti ada yang hilang koneksi antara dia dan ruang yang didiaminya.

Hingga, kemudian saat habis pertandingan skor 2-1, dengan perasaan hambar Pligi meninggalkan stadion, dan merutuk Oneiro ternyata juga bisa menipunya.

sby, 28082011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar