Sabtu, 28 Januari 2012

Pembaca Berita


: Gara-gara sebuah berita



Sebagai seorang pimpinan redaksi berita, ia menentukan segala sesuatu tetek bengek berita yang akan disajikan. Salah satunya adalah pembaca berita. Kantor berita ini mempunyai dua pembaca berita utama yang mengisi slot berita paling digemari.

Pligi diyakini memiliki karakter yang tepat bila membawakan berita bertema bencana, kesedihan, kecelakaan, kematian, sesuatu yang suram atau hilangnya sebuah harapan. Sedangkan Oneiro membacakan berita sebaliknya, Oneiro membacakan berita tentang kegembiraan, harapan baru, kelahiran, pencapaian dan prestasi.

Yang membuat pimpinan redaksi berita itu galau saat ini adalah, pemirsa tampaknya menganggap kemunculan Oneiro lebih banyak dinanti dan memiliki rating tertinggi daripada Pligi yang membawakan berita tentang kesedihan. Hal ini juga pada akhirnya mempengaruhi citra kantor berita itu.

Hal yang bisa dipahami, Pligi saat ini juga dilanda kegusaran psikologis bila diminta membawakan berita. Karena ia juga yakin bahwa berita yang dibawakan pada akhirnya merupakan kesedihan. Pligi pun menganggap ia tak lebih hanya seorang pembaca perita pembawa sial.

Untuk itu, di awal tahun baru pimpinan redaksi berita ingin mengubah pencitraan tersebut. Ia mendaulat Pligi untuk membawakan berita kemunculan pemimpin baru yang digadang-gadang membawa angin perubahan positif bagi masyarakat. Secara kebetulan Oneiro sedang mengajukan cuti tahun baru. Sehingga Pligi berkesempatan untuk menggantikan tugas Oneiro sementara waktu.

“Hari ini, Pimpinan baru akan dilantik…”, begitu urai Pligi, namun tiba-tiba berita itu terpotong.

“Mohon maaf pemirsa, rupanya ada kabar terkini yang diterima oleh redaksi kami.” dan berita itu terpotong lagi.

Kantor berita itu memutuskan agar Pligi tetap menyiarkan berita mendadak yang diterimanya. Dengan mata berkaca-kaca, akhirnya Pligi meneruskan beritanya.

“Baru saja kami mendengar kabar, bahwa Gedung Parlemen tempat Pimpinan yang akan dilantik, baru saja diledakkan oleh tersangka yang belum diidentifikasi. Seluruh anggota dewan dan pemimpin belum dapat dipastikan keselamatannya. Sementara debu-debu dan api belum bisa dikendalikan”, kemudian mengalirlah suara Pligi di tengah berita ledakan Gedung Parlemen yang baru saja diterima.

Dengan terbata-bata

Tidak ada komentar:

Posting Komentar